Kita Yang Terpisah

hari-hari kala bersama
indah tidak mampu diucap
kerna masih mencari dimana cahaya
yang dinanti sejak belum ada pertemuan ini

sekian banyak air mata dicurahkan
pada bayang-bayang cinta yang sepi
berkira dalam gembala yang tidak berwang
untuk membeli cinta agung

pahit sudah meniti
dalam usia sehari pertemuan yang direstu
namun hanya berdoa agar pasrah tidak akan didesak untuk datang
dibiar hati dilukai dalam calit masa yang begitu panjang
sengaja mencipta bahagia yang dibuat-buat
untuk mengaburi mata sekeliling
pantas lidah mengiyakan kebenaran yang kabur
kerna ingin merasa bahagai seperti yang lain

saban hari lakonan semakin menarik
dengan bait-bait luka yang sengaja disimpan
biar pedih hanya sendiri yang terasa
agar manis akan menjadi tatapan semua
dalam membawa beban cinta yang tidak pernah terbalas

kita yang terpisah
sejak dari lafaz akad lagi
semakin berpura mencipta bahagia yang sepi
dari lorong-lorong mimpi
yang belum dikejutkan dari pembaringan
biar kita terpisah selamanya
andainya kita mampu bahagia sendirian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *